Pengaruh Lama Pembakaran terhadap Pematahan Dormansi Benih Jabon Putih (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq.)

Authors

  • Rizky Wahyudi Department of Forest Management, Faculty of Agriculture and Forestry, Universitas Satya Terra Bhinneka, North Sumatera, Indonesia https://orcid.org/0009-0003-2086-5132
  • Dayun Ifanda Department of Forest Management, Faculty of Agriculture and Forestry, Universitas Satya Terra Bhinneka, Medan
  • Ulil Amri Daulay Universitas Satya Terra Bhinneka
  • Sundari Marsudi Department of Forest Management, Faculty of Agriculture and Forestry, Universitas Satya Terra Bhinneka, Medan
  • Muhammad Yusuf Ibrahim Universitas Satya Terra Bhinneka
  • Budi Utomo Universitas Sumatera Utara

Keywords:

Anthocephalus cadamba (Roxb), Daya Kecambah, Dormansi, Pembakaran Benih

Abstract

Anthocephalus cadamba (Roxb) Miq, juga dikenal sebagai jabon putih, adalah tanaman yang tumbuh cepat. Jabon putih banyak dibudidayakan oleh masyarakat karena memiliki manfaat sebagai penghasil pulp, bahan baku perkakas, kayu lapis, dan papan partikel. Budidaya jabon secara seksual memiliki kendala di mana biji sulit berkecambah karena dormansi. Membran keras yang dimiliki biji jabon menjadi penghalang perkecambahan yang terjadi sehingga diperlukan perlakuan untuk melunakkan membran pada biji, yaitu dengan pembakaran. Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan efektivitas perlakuan dalam memecah dormansi biji jabon putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RUPS) dengan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah pembakaran selama 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit dan kontrol tanpa pembakaran. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah biji berkecambah tertinggi diperoleh pada perlakuan pembakaran 10 menit, yaitu 9,33 biji. Perkecambahan tidak menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan durasi pembakaran. Namun, terdapat perbedaan signifikan dalam kecepatan pertumbuhan dengan hasil terbaik pada pembakaran 10 menit sebesar 1,34%/etmal, nilai perkecambahan terbesar pada pembakaran 10 menit sebesar 0,28%/hari, dan waktu rata-rata tercepat pada pembakaran 10 menit yaitu 8,16 hari. Tinggi kecambah hari ke-7 tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dengan pertumbuhan tertinggi 3,30 cm pada perlakuan pembakaran 15 menit dan hari ke-14 menunjukkan hasil yang sangat berbeda dengan pertumbuhan tertinggi pada perlakuan pembakaran 10 menit sebesar 13,24 cm.

Downloads

Published

2026-01-29