Peran Analisis Spasial dalam Mendukung Pengelolaan Hutan Berkelanjutan di Indonesia Tahun 2005-2025: Sebuah Tinjauan Literatur
Keywords:
Analisis Spasial, Pengelolaan Hutan Berkelanjutan, Penginderaan Jarak Jauh, Sistem Informasi GeografisAbstract
Analisis spasial telah menjadi instrumen sentral dalam pengelolaan hutan berkelanjutan seiring berkembangnya teknologi penginderaan jauh, Sistem Informasi Geografis (SIG), dan komputasi awan selama dua dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan menelaah perkembangan, aplikasi, dan tantangan penggunaan analisis spasial dalam pengelolaan hutan berkelanjutan pada rentang tahun 2005–2025. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan pendekatan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) yang mencakup tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi terhadap artikel ilmiah terindeks Scopus dan Science and Technology Index (SINTA). Hasil telaah menunjukkan empat arus utama pemanfaatan analisis spasial, yaitu pemantauan deforestasi dan degradasi hutan berbasis deret waktu citra satelit, klasifikasi tutupan lahan berbasis pembelajaran mesin dan platform komputasi awan Google Earth Engine, evaluasi kesesuaian fungsi kawasan hutan terhadap arahan tata ruang, serta pemodelan spasial risiko kebakaran hutan dan penilaian jasa ekosistem. Kajian menemukan pergeseran paradigma yang jelas dari interpretasi visual manual dan analisis berbasis citra tunggal menuju analisis deret waktu multitemporal, algoritma klasifikasi terselia seperti Random Forest, serta integrasi data multisumber. Meskipun demikian, sejumlah tantangan tetap mengemuka, meliputi keterbatasan validasi lapangan, tutupan awan pada wilayah tropis, keterbandingan antarsensor, dan lemahnya integrasi hasil analisis spasial ke dalam proses pengambilan keputusan kebijakan tata ruang. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa analisis spasial berperan strategis sebagai basis bukti (evidence base) bagi pengelolaan hutan lestari, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kualitas data, transparansi metodologi, dan keterpaduan kelembagaan.



