Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Anemia Defisiensi Besi di Universitas Bhakti Husada Tasikmalaya
Keywords:
Anemia Defisiensi Besi, Edukasi Kesehatan, Pengetahuan, Remaja PutriAbstract
Anemia defisiensi besi tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, khususnya di kalangan remaja putri yang memiliki risiko lebih tinggi akibat kebutuhan pertumbuhan yang pesat serta kehilangan darah secara rutin saat siklus menstruasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri tentang anemia defisiensi besi sebagai langkah preventif dini guna mendukung kualitas hidup dan prestasi mereka. Intervensi edukasi ini dilaksanakan melalui metode penyuluhan kesehatan yang interaktif dengan melibatkan 52 mahasiswi berusia 17–21 tahun di Universitas Bhakti Husada Tasikmalaya. Prosedur kegiatan meliputi pemberian pre-test untuk mengukur pemahaman awal, pemaparan materi menggunakan media audiovisual selama 15–20 menit, sesi diskusi tanya jawab, dan diakhiri dengan post-test untuk mengevaluasi dampak intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta; sebelum intervensi, mayoritas responden berada dalam kategori pengetahuan "Cukup" sebesar 7,7% dan kategori "Baik" hanya mencapai 19,2%. Namun, setelah pemberian edukasi, terjadi peningkatan drastis pada kategori pengetahuan "Baik" menjadi 76,9%, sementara kategori "Kurang" menurun secara signifikan dari 23,1% menjadi hanya 3,9%. kesimpulannya, edukasi kesehatan yang terstruktur efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan program kesehatan sekolah serta layanan kesehatan primer guna menurunkan prevalensi anemia pada remaja secara nasional.

